WELCOME TO PEST-INSECT-PLANT DISEASE INFO

Serangga memiliki arti penting dalam ekosistem kita. Serangga dapat menjaga aerasi tanah, menyerbukan bunga, mengendalikan serangga-hama dan juga sebagai hama tanaman; serangga juga mampu menguraikan bahan organik, sehingga mengembalikan unsur hara ke dalam tanah. Sepuluh tahun yang lalu terdapat sekitar 750.000 spesies serangga. Saat ini, jumlahnya telah melebihi 1.000.000. Dan menurut sebuah artikel baru-baru ini, Scientific American, ahli entomologi memperkirakan bahwa ada kemungkinan lebih dari delapan juta spesies serangga di Bumi. Jika anda bandingkan dengan sekitar 4.809 spesies mamalia atau 1.500.000 species jamur, maka serangga memiliki populasi yang melebihi kelompok taksonomi hidup lainnya di Bumi.

Monday, September 10, 2012

DUMSEL BUGS (HEMIPTERA: NABIDAE)


Nama ilmiah: Nabis spp.
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Order: Hemiptera
Famili: Nabidae
Mangsa: berbagai serangga kecil termasuk thrips, tungau, kutu daun, kepik lainnya, ulat kecil, dan wereng.

BIGEYED BUGS (HEMIPTERA: LYGAEIDAE)

Nama ilmiah: Geocoris spp.
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Order: Hemiptera
Famili: Lygaeidae
Mangsa: berbagai jenis serangga kecil termasuk telur serangga, kepik lainnya, ulat kecil, flea beetles (Chrysomellidae), dan tungau.

LABA-LABA LOMPAT (JUMPING SPIDER )

Filum: Arthropoda
Kelas: Arachnida
Ordo: Aranae
Famili: Saltacidae
Mangsa: Berbagai species serangga, baik  kecil maupun yang lebih besar dari ukuran laba-laba.
Laba-laba lompat (family Saltacidae) terdapat lebih 500 genus dan 5000 species yang telah dideskripsikan (Maddison et al., 2008), menjadikannya family terbesar, sekitar 13% dari semua species laba-laba (Peng & I-Min Tso, 2002). Laba-laba lompat memiliki penglihatan (vision) yang baik yang digunakannya untuk berburu dan navigasi. Laba-laba ini mampu melompat dari satu tempat ke tempat lain dengan bantuan semacam perekat sutra (silk tether) yang dimilikinya. Baik paru-paru maupun system trakea-nya berkembang dengan baik, karena laba-laba bergantung kepada adannya kedua system tersebut (bimodal breathing).

BEAUVERIA BASSIANA (WHITE MUSCARDINE FUNGUS)

B. bassiana pada seekor laba-laba 
(Photo: Michael W, Auckland, New Zealand, 2008)
Nama ilmiah: Beauveria bassiana (Bals.-Criv.) Vuill.
Filum: Ascomycota
Kelas: Sordariomycetes
Ordo: Hypocreales
Famili: Cordycipitaceae

Inang: Beauveria bassiana menyerang banyak jenis serangga, termasuk yang dikenal adalah: Aphids, Whiteflies, Mealybugs, Psyllids (Lygus bugs, Chinch bug), Grasshoppers, Thrips, Termites,  Fire ants, Flies, Stem Borers (Fungal gnats, Shoreflies), Beetles (Coffee borer beetle, Colorado potato beetle, Mexican bean beetle, Japanese beetle, Boll weevil, Cereal leaf beetle, Bark beetles, Black vine weevil, Strawberry root weevil), Caterpillars (European corn borer, Codling moth, Douglas fir tussock moth, Silkworm) (Cornell Extension Service, 2006; University of Connecticut Extension,  2006;  University of Minnesota, 2006).

PROCECIDOCHARES CONNEXA (CHROMOLAENA STEM GALL FLY)

Nama umum: Chromolaena stem gall fly, stem galler.
Nama ilmiah: Procecidochares connexa (Macquart). syn. Cecidochares connexa (Macquart)
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Diptera
Famili: Tephritidae
Inang: Chromolaena odorata: siam weed (English), sufmuti (Timor Barat), rumput putih (Kupang - NTT), karino atau kirinyu (Sikka - Flores, NTT)

Sunday, September 09, 2012

ASSASSIN BUG (HEMIPTERA: REDUVIIDAE)

Nama ilmiah: Zelus spp.; Zelus renardii (the leafhopper assassin bug); Z. exsanguis; Z. longipes; Z. luridus; Ectrychotes spp.; Rhynocoris spp.; Sinea spinipes; Sinea spp.; Sycanus spp.; Sinea diadema (the spined assassin bug); Pselliopus cinctus; Microtomus purcis.
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Order: Hemiptera
Famili: Reduviidae
Mangsa: berbagai jenis serangga berukuran kecil dan menengah, termasuk ulat, wereng,  dan kutu daun (aphid).

Wednesday, June 06, 2012

ORDO HOMOPTERA

Deskripsi Ordo

Alat mulut pencucuk-pegisap, beak pendek dan dari belakang kepala, kadang muncul dari  antara coxae depan. Bersayap atau tidak bersayap. Bentuk bersayap dengan 4 sayap (jarang hanya 2), sayap depan membranosa atau menebal, sayap belakang membranosa dan sedikit lebih pendek dari sayap depan, sayap saat istirahat dilipat seperti atap di atas tubuh. Tarsi 1 sampai 3 segmen.  Antena bervariasi, kadang-kadang pendek dan seperti bulu, kadang-kadang panjang dan seperti benang, jarang yang absen. Betina sering dengan ovipositor yang berkembang baik. Metamorfosis biasanya sederhana (Borror & White, 1970; Borror et al., 2005).

KARAKTERISTIK BEBERAPA FAMILI DALAM ORDO ORTHOPTERA (KEY TO FAMILY IN ORDER ORTHOPTERA)


Oleh: Yos F. da Lopez


Serangga dalam ordo Orthoptera biasanya bersayap 2 pasang: sayap depan panjang, sempit, banyak-vena, dan agak menebal (disebut tegmina); sayap belakang membranous, lebar, dengan banyak vena, dan dilipat seperti kipas di bawah sayap depan ketika beristirahat; 1 atau kedua pasangan sayap kadang-kadang kecil atau tidak ada. Antena banyak-segmen, sering panjang dan mirip rambut. Cerci ada, kadang pendek dan seperti clasper, kadang panjang dan seperti alat peraba. Betina biasanya memiliki ovipositor, kadang panjang dan ramping atau pendek. Tarsi umumnya 3-5 segmen. Alat mulut penggigit-pengunyah. Metamorfosisnya sederhana ((Borror & White, 1970; Borror et al., 2005).

Famili Gryllotalphidae
Merupakan serangga-serangga yang berambut kecil dengan antena yang pendek. Kaki depannya lebar dan berbentuk sekop. Serangga-serangga ini membuat lubang di dalam tanah yang lembab, biasanya dekat kolam-kolam dan aliran air, seringkali 150-200 mm di bawah permukaan. Tibia depan yang jantan terdapat timpanum yang dapat menghasilkan bunyi atau nyanyian.


Famili Gryllidae
Dewasa umumnya berwarna hitam, nimfa kuning pucat dengan garis-garis coklat. Antena panjang dan halus seperti rambut. Jenis jantan mempunyai gambaran cincin di sayap depan, pada betina mempunyai ovipositor panjang berbentuk jarum atau silindris. Aktif di malam hari dan menyukai habitat yang lembab. Hampir semua dewasa maupun nimfa bertindak sebagai predator.


Famili Tettigoniidae
Ukuran tubuh besar, posisi muka miring, antena seperti rambut sama panjang atau lebih panjang dari tubuhnya. Ada yang bersayap dan ada yang tidak. Warna sayap hijau, tapi ada yang dapat menyamar dengan sayap berwarna coklat atau seperti karat. Betina mempunyai ovipositor panjang dan ramping berbentuk pedang. Beberapa jenis mempunyai timpana di pangkal tibia kaki depan. Beberapa bertindak sebagai hama, dan yang lainnya sebagai predator.


Famili Tetrigidae
Pronotum meluas ke belakang di atas abdomen dan menyempit di bagian posterior. Kebanyakan jenis panjangnya 13-19 mm, yang betina bisanya lebih besar daripada yang jantan. Secara ekonomi, peranan belalang ini tidak terlalu penting.


Famili Pyrgomorphidae
Pyrgomorphidae memiliki kepala berbentuk kerucut, antena pendek, dan pronotum tidak memanjang ke belakang di atas abdomen. Fastigium pada vertex memiliki sulcus yang agak memanjang ke belakang tidak jauh dari bagian anterior (Division of Entomology CSIRO Australia, 1991). 


Famili Acrididae
Antena pendek, pronotum tidak memanjang ke belakang, tarsi 3 ruas, femur kaki belakang membesar, ovipositor pendek. Ukuran tubuh betina lebih besar daripada jantan. Sebagian besar berwarna abu-abu atau kecoklatan dan beberapa berwarna cerah pada sayap belakang. Mempunyai alat suara (tympana) yang terletak di ruas abdomen pertama. Dikenal sebagai perusak tanaman yang merugikan (hama).

Sunday, April 08, 2012

OSTRINIA FURNACALIS


The differences of male and female Ostrinia furnacalis
Ukuran pupa betina lebih besar dari pupa jantan (Valdez & Adalla, 1983). Pupa jantan dapat dibedakan dari pupa betina, yaitu pada ruas terakhir abdomen pupa betina terdapat celah yang berasal dari satu titik, sedangkan pada pupa jantan terdapat celah yang bentuknya agak bulat (Nonci & Baco, 1991; Nonci, 2004). 

Thursday, April 07, 2011

KANIBALISME SEKSUAL: KASUS PADA BELALANG SEMBAH DAN BEBERAPA ARTHROPODA LAINNYA

APAKAH INI TERJADI SEMATA-MATA KARENA PENGARUH SELEKSI ALAM? ATAU APAKAH INI TERJADI KARENA ADANYA SELEKSI SEKSUAL? APAKAH SEBUAH PENGORBANAN DEMI KONTRIBUSI GENETIK KEPADA KETURUNANNYA ATAU HANYA SEBUAH KONTRIBUSI SEKSUAL YANG MEMBAWA MAUT?

Yos F. da Lopes. Jurusan MPLK – Politeknik Pertanian Negeri Kupang.


Kanibalisme seksual (pada Belalang Sembah dan beberapa Arthropoda) adalah kasus khusus dari kanibalisme dimana organisme betina membunuh dan mengkonsumsi jantan dari spesies yang sama sebelum, selama, atau setelah kopulasi. Pada kesempatan yang langka, peran ini dapat terbalik (Suttle, 1999; Min-Li Tsai & Chang-Feng Dai, 2003). Meskipun ada beberapa spesies dimana kanibalisme seksual adalah normal, pembalikan peran tersebut tidak normal secara keseluruhan.